JADILAH BIJAK DENGAN HIKMAT TUHAN

>> Tuesday, August 26, 2014

Renungan Singkat:
 “Jadilah BIJAK dengan HIKMAT Tuhan”
Definisi bijak adalah selalu menggunakan akal budinya, pandai dan mahir. Seseorang dikatakan bijak jikalau dia memiliki hikmat di dalam Kristus. Kalau boleh saya bertanya, “Apa yang paling kita butuhkan dalam hidup kita saat ini? Pasti akan muncul berbagai jawaban karena kebutuhan masing-masing kita tentunya berbeda. Firman Tuhan hari ini berkata bahwa, kebutuhan kita yang paling utama adalah menjadi bijak dengan memiliki hikmat di dalam Kristus. Mengapa demikian? Karena tanpa kebijaksanaan, manusia tidak dapat hidup dengan baik dan bisa salah jalan. Siapakah yang dapat membuat kita menjadi bijak atau memiliki hikmat di dalam Kristus? Amsal 2:6 berbunyi, “Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” Hikmat berasal dari Tuhan dan hikmat dari Tuhan menolong kita untuk dapat memahami kehendak Tuhan dan berjalan dalam kehendak-Nya. Orang yang bijak akan berusaha mengerti kehendak Tuhan dan melaksanakannya. Kehendak Tuhan adalah yang terbaik dan terindah bagi kita, sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan kita.
Bijak dengan hikmat Tuhan yang kita miliki bukanlah sekadar untuk kita ketahui saja, tetapi untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita setiap hari di manapun kita berada dan apapun profesi kita sehingga kemuliaan hanya bagi nama Tuhan saja.
5. Pujian, “T’rima Kasih Tuhan, Untuk Kasih Setia-Mu”
6. Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami bijak dengan hikmat-Mu sehingga kami dapat mengerti kehendak-Mu dan dapat melakukannya dalam kehidupan kami setiap hari.

Read more...

Manusia Baru

>> Sunday, March 23, 2014

Menjadi Baru”

Roma 12:2

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Dalam acara – acara televisi sekarang ini banyak menayangkan acara-acara perlombaan bakat. Banyak yang telah berhasil, yang dulunya penyanyi kampung sekarang menjadi penyanyi terkenal, dulu hanya seorang pedagang keliling sekarang telah menjadi seorang bintang. Dengan adanya perubahan status ini maka tentu saja dibarengi dengan perubahan gaya hidup. Mereka bukan lagi mereka yang dulu.Tetapi apakah mereka benar – benar telah berubah? Secara penampilan memang mereka telah berubah.
Saudaraku,
Rasul Paulus memberikan sebuah tantangan kepada jemaat di kota Roma dan kepada kita sekarang ini, “Berubahlah”. Tetapi perubahan seperti apakah yang dimaksudkan disini ? Mari kita melihat secara detail kata-kata yang digunakan Paulus dalam kalimat”berubahlah oleh pembaharuan budimu”. Didalam bahasa aslinya digunakan kata “metamorphousthe”. Kata dasarnya adalah “morphe” yang artinya “inti terdalam dari sesuatu dan jati diri suatu individu”. Sedangkan kata berubah yang lain yang sering digunakan adalah “scema” yang artinya “tampilan/wujud luar”.Dari kata asli ini maka kita bisa mendapatkan maksud Paulus dalam berubah ini adalah suatu perubahan dari dalam/inti terdalam/jati diri kita, siapa kita ini? Jadi bukan hanya tampilan luar kita saja yang diubah. 
Ada sebuah istilah yang sering kita dengar, “don’t just look the book from the cover”. Perubahan penampilan luar mungkin bisa saja menipu. Sementara kata pembaharuan menggunakan kata “Anakainosei” berakar pada kata “kainos”. Kainos ini berarti “kualitas”, sedangkan kata yang biasa digunakan adalah “neos” tetapi neos ini berarti “baru dalam segi waktu”
Contoh: tetangga baru, tetapi setelah 15 tahun tinggal mereka bukan lagi tetangga baru. Neos ini digunakan sebagai kata yang barunya ini akan habis dengan berjalannya waktu. Sedangkan kainos baru dalam artian kualitas, benar – benar baru dan tidak akan habis dimakan oleh waktu.
Dari kata aslinya itu maka kita sudah dapat melihat sebuah gambaran apakah maksud dari Paulus memberikan tantangan ini kepada jemaat di Roma. Lebih lanjut Paulus memberikan penekanan mengenai perubahan ini

Roma 6:6
“ Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa”.Manusia lama kita sudah mati, sudah turut disalibkan. Inilah perubahan itu, manusia lama kita telah diubah.

Efesus 2:15
“sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”
Saudara dan saya telah diubah menjadi manusia yang baru, dan ini bukan hanya perubahan dari luar saja, tetapi kita telah diubah secara keseluruhan. Jadi sudah saatnya kita menunjukkan perubahan yang telah kita alami didalam Kristus.

Kita tidak bisa menjadi sama seperti yang dulu, karena manusia lama kita sudah mati. 
Inilah sebuah tantangan yang diberikan “berubahlah oleh 
pembaruan budimu”, sungguh – sungguhkah saudara dan saya mau untuk berubah?
Yesus telah mati untuk saudara dan saya, Yesus mati untuk memberikan sebuah perubahan dalam kehidupan kita, apakah kita masih belum mau untuk diubah secara keseluruhan oleh karena kita tidak mau dianggap berbeda oleh dunia ? Mari kita renungkan sejenak pertanyaan itu, apakah anda sudah siap untuk diubah oleh Allah unutk menjadi anak-anak-Nya ? 
Kiranya Tuhan akan memberikan kesanggupan kepada kita untuk mau diubah dan berubah sesuai dengan kemauan dan rencana Allah dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.Menjadi Baru"

Read more...

LAWATAN KOIR PELAYANAN WANITA ZON KELAWAT KE GEREJA SDA RUKOM PITAS.

>> Saturday, May 11, 2013


27hb April 2013 : PITAS   Kumpulan Koir Pelayanan Wanita Zon Kelawat (D’ K Melodies)  telah melawat Gereja SDA Rukom Pitas.  Kumpulan Koir yang dipimpin oleh Puan Sally Bingku Lamam mempunyai anggota seramai 30 orang  yang mewakili 7 buah gereja  yang terdapat di Zon Kelawat. Semasa kumpulan ini melawat di Gereja SDA Rukom Pitas hanya 28 orang sahaja anggota kumpulan koir ini yang telah menyertai kumpulan ini melawat di sana.  Sebanyak enam lagu yang telah dinyanyikan oleh kumpulan ini, di mana empat lagu dinyanyikan secara koir,  satu lagu dinyanyikan secara Trio dan satu lagu  lagi dinyanyikan secara solo.
Kumpulan Koir Pelayanan Wanita Zon Kelawat ini baru sahaja ditubuhkan pada awal tahun 2013. Lawatan ke Gereja SDA Rukom Pitas adaah merupakan lawatan pertama kumpulan koir ini sejak penubuhannya dalam usaha mengabarkan firman Tuhan melalui alunan suara dan senikata lagu lagu rohani kepada umat-umat Tuhan yang haus akan  firman Tuhan dan penghiburan melalui lagu-lagu rohani.

Turut serta dalam lawatan ini ialah Pastor George Lamam Pendeta Daerah Kelawat dan Pastor Mansur Gingging Mantan Presiden Mision Sabah.

Kumpulan Koir D' K Melodies (Pelayanan Wanita Zon Kelawat)

Pr George Lamam Pendeta Daerah Kelawat menyampaikan Kotbah di Gereja SDA Rukom Pitas




Read more...

RENUNGAN :SELAMAT DATANG HARI SABAT

>> Friday, April 05, 2013

Enam hari telah kita jalani.  Hari-hari bekerja telah kita lalui dengan segala jenis kegiatan yang membuat pikiran, tubuh dan rohani kita menjadi capek.  Apakah kita terus membebani diri kita dengan bekerja terus tanpa istirahat?

Tubuh manusia bagaikan pakaian atau mobil atau sebuah perabot yang bila dipakai terus menerus akan membuat barang itu menjadi rusak.  Untunglah ketika Tuhan menciptakan dunia ini, Ia juga menyediakan satu hari penuh agar manusia beristirahat. “Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu.” (Kejadian 2:3)
Allah mengetahui bahwa ciptaaNya yang paling mulia itu bisa capek kalau terus-terusan bekerja.  Itulah sebabnya Ia memberikan perintah agar pada hari ketujuh manusia harus berhenti dari segala pekerjaan (Keluaran 20:8-10).   Pada hari itu segala ketegangan pekerjaan harus ditinggalkan.  Satu hari penuh sejak mata hari terbenam hingga mata hari terbenam adalah waktu untuk berhenti sebagimana Allah sendiri berhenti pada hari ketujuh.
Pembaca yang dikasihi Yesus, laju kehidupan modern melahirkan tingkat ketegangan tertentu bagi hampir semua orang.  Hampir tak satupun orang luput dari stres. Persoalan-persoalan hidup membuat sistim kelenjar tubuh bekerja melakukan fungsinya diluar batas.  Ketegangan atau stres panjang memaksa kelenjar adrenalin bekerja keras bahkan hingga kehabisan. Ini memerlukan waktu untuk memulihkan kembali fungsinya agar bekerja dengan  normal. Tuhan telah menyediakan satu hari bagi umatNya untuk memulihkan tubuhnya.  Tuhan menyisihkan hari ketujuh sebagai hari dimana ciptaanNya yang Ia kasihi bisa menikmati hidup ini dengan penuh arti.  Ia mau agar hari yang Ia berkati itu digunakan sebagai hari untuk menyegarkan kembali baik tubuh maupun rohani umat-umatNya.
Keteraturan dalam bekerja dan beristirahat dapat memperbaiki tubuh berfungsi normal.  Enam hari dalam satu minggu digunakan untuk bekerja.  Mungkin saja seseorang menanggung beban pikiran yang begitu berat sepanjang enam hari itu, ia memikul tanggung jawab pekerjaan yang begitu besar.  Bisa saja persoalan-persoalan besar terjadi sepanjang enam hari kerjanya.   Namun, ada hari khusus yaitu hari yang dikuduskan oleh Allah diberikan kepada semua orang untuk melepaskan beban-beban itu  bersama Penciptanya.
Saudara Pembaca yang dikasihi Yesus.  Dikisahkan dalam Injil Lukas bahwa pada satu hari Sabat Yesus bersama murid-muridNya berjalan di ladang gandum. ( “Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-muridNya memetik gandum dan memakannya sementara mereka menggisarnya dengan tangannya”. Lukas 6:1 ).  Kisa ini menjelaskan bahwa mereka berjalan di ladang dalam satu perjalanan dari suatu tempat menuju suatu tempat.  Kisah ini tidak menjelaskan bahwa Yesus sedang menanam gandum atau membersihkan ladang  gandum.  Yesus dan murid-muridNya ditentang oleh seorang Farisi karena menurutnya Yesus dan murid-muridNya berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.   Untuk menjawab orang Farisi itu Yesus memberikan contoh kisah Daud dan orang-orang yang mengikutinya dalam sebuah perjalanan mereka kelaparan dalam perjalanan itu. Daud bersama orang-orang yang mengikutinya dalam satu tugas suci menjalankan perintah raja.  Imam memberikan roti kudus kepada mereka karena hanya itu yang ada. (I Samuel 6:3-4).
Pembaca yang dikasihi Yesus,  Yesus bersama murid-muridNya pada hari Sabat itu sedang menjalankan tugas suci.  Melawat orang sakit atau mengunjungi orang dalam penjara adalah kemungkinan besar yang mereka lakukan.  Dalam perjalanan jauh “berjalan kaki” itu, sudah pasti Yesus dan murid-muridNya kelaparan. Mereka tidak membawa makanan, bagi Yesus, membawa bekal dalam perjalanan tugas suci tidaklah penting.  Tetapi dalam perjalanan suci itu murid-muridNya perlu makan karena kelaparan.  Akhirnya mereka “memetik“ gandum dan memakannya.  Orang Farisi menyoroti Yesus dan murid-muridNya karena “memetik” menurutnya adalah bekerja namun orang Farisi itu tidak menyoroti perjalanan sebagai sebuah pekerjaan karena ia tahu perjalanan yang mereka lakukan pada hari Sabat itu adalah perjalanan suci.
Apa bila  saudara telah melakukan tugas sepanjang enam hari kerja, beban tugas yang berat yang mungkin dialami sepanjang enam hari, saudara capek karena tugas terlalu banyak, ketegangan pikiran mungkin saja saudara alami sepanjang minggu bekerja. Tubuh dan rohani saudara perlu disegarkan kembali.  Tinggalkan semuah itu dan terimalah hari perhentian hari yang dikuduskan oleh Allah yakni hari Sabat.  Selamat Datang Hari Sabat.

Read more...

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP